Jurnal Abdidas
https://mail.abdidas.org/index.php/abdidas
<p><img src="https://abdidas.org/public/site/images/administrator/abdidass-flyer-4.jpg" alt="" width="800" height="453" /></p>Universitas Pahlawan Tuanku Tambusaien-USJurnal Abdidas2721-9224Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Daun sebagai Media Kreatif Berbasis Bahan Alam untuk Mengembangkan Kreativitas Anak TK
https://mail.abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1372
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemanfaatan media berbasis bahan alam dalam pembelajaran seni di taman kanak-kanak serta kebutuhan penguatan kreativitas anak usia dini melalui pengalaman belajar yang konkret. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak melalui pemanfaatan daun sebagai media kreatif sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran berbasis lingkungan. Sasaran kegiatan adalah 15 anak Kelompok B dan 2 guru di TK Lentera Qolbu yang dilaksanakan pada April 2026. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan partisipatif melalui praktik langsung yang meliputi pengenalan bahan alam, eksplorasi bentuk daun, penyusunan dan penempelan karya, serta refleksi bersama guru. Evaluasi dilakukan melalui lembar observasi keterlibatan anak, variasi karya yang dihasilkan, dan respons guru terhadap implementasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh anak terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu menghasilkan karya kreatif dengan berbagai bentuk imajinatif seperti bunga, hewan, dan objek alam lainnya. Observasi menunjukkan munculnya indikator kreativitas berupa kelancaran ide, fleksibilitas dalam menyusun bentuk, serta keberanian anak dalam menjelaskan karya. Selain itu, seluruh guru menyatakan bahwa kegiatan ini mudah diterapkan, relevan dengan kurikulum, dan memberikan alternatif media pembelajaran yang efektif untuk pembelajaran seni berbasis lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kreativitas anak, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dalam mengintegrasikan bahan alam sebagai media pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan di sekolah.</p>Anggarda Paramita MujiFarida MayarSerli Marlina
Copyright (c) 2026 Anggarda Paramita Muji, Farida Mayar, Serli Marlina
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-162026-06-167336537210.31004/abdidas.v7i3.1372Penguatan Nilai-nilai Moderasi Beragama untuk Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama di SMAK Santo Thomas Tayan Hilir Kab. Sanggau
https://mail.abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1353
<p>Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan melakukan sosialisasi di SMAK St. Thomas Tayan Hilir, Kab. Sanggau terkait moderasi beragama. Kegiatan sosialisasi moderasi beragama biasanya menyasar ke guru dan tenaga kependidikan saja, sehingga dirasa perlu untuk melakukan kegiatan sosialisasi tersebut khususnya di sekolah yang homogen. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi nyata dalam upaya merawat keberagaman, mencegah intoleransi dan ekstremisme, serta memperkokoh fondasi kerukunan antarumat beragama di lingkungan Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, demi terwujudnya Indonesia yang rukun, damai, dan bersatu. Peserta kegiatan terdiri dari 44 siswa dan 13 guru SMAK St. Thomas Tayan Hilir. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan pemaparan materi terkait moderasi beragama dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Di akhir kegiatan para peserta diminta untuk mengisi angket terkait moderasi beragama dan juga kepuasan terhadap kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilakukan.</p>Herkulanus PongkotApri KurniawanEugenio Agung Bimandaru
Copyright (c) 2026 Herkulanus Pongkot, Apri Kurniawan, Eugenio Agung Bimandaru
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-102026-06-107335636410.31004/abdidas.v7i3.1353Pelatihan Public Speaking sebagai Upaya Penguatan Kompetensi Komunikatif Guru Sosiologi SMA di Provinsi Riau
https://mail.abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1362
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikatif guru Sosiologi SMA melalui pelatihan public speaking edukatif di Provinsi Riau. Kegiatan melibatkan 92 guru Sosiologi yang tergabung dalam komunitas Guru Penggerak dari berbagai kabupaten/kota dengan pendekatan partisipatif yang mencakup analisis kebutuhan, pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi komunikasi verbal dan nonverbal, pengelolaan vokal dan gestur, komunikasi persuasif, serta penerapan public speaking dalam pembelajaran. Evaluasi menggunakan pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek kompetensi. Skor rata-rata meningkat dari 58–62 pada pretest menjadi 84–88 pada posttest, dengan kenaikan 23–29 poin atau sekitar 38–45%. Hasil ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kompetensi komunikatif guru secara terukur. Selain itu, terjadi perubahan pemahaman dari public speaking sebagai keterampilan berbicara umum menjadi bagian dari komunikasi pedagogis yang mencakup interaksi kelas, retorika, dan komunikasi persuasif. Novelty program ini terletak pada pengembangan model reflective pedagogical public speaking training yang mengintegrasikan public speaking, komunikasi pedagogis, komunikasi persuasif, dan refleksi praktik mengajar. Model ini memberikan kontribusi baru dalam penguatan kompetensi komunikatif guru yang lebih aplikatif dibandingkan pelatihan konvensional. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada peningkatan profesionalisme guru dalam menciptakan pembelajaran yang komunikatif, partisipatif, dan bermakna.</p>Lusi Komala Sari
Copyright (c) 2026 Lusi Komala Sari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-052026-06-057334635510.31004/abdidas.v7i3.1362Peningkatan Kualitas Penulisan Akademik Mahasiswa Alvan Ikoku Federal University of Education melalui Pelatihan Mendeley
https://mail.abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1361
<p>Kemampuan penulisan akademik merupakan kompetensi penting dalam pendidikan tinggi, namun banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam pengelolaan referensi, sitasi, dan penulisan daftar pustaka. Kondisi ini juga terjadi pada mahasiswa Alvan Ikoku Federal University of Education yang masih menggunakan metode sitasi manual. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan internasional penggunaan Mendeley bagi 30 mahasiswa untuk meningkatkan literasi akademik digital. Kegiatan dilaksanakan secara daring selama 4 × 50 menit (200 menit) menggunakan pendekatan <em>hands-on training</em> yang meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil evaluasi formatif menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menggunakan fitur utama Mendeley secara mandiri, termasuk pengelolaan referensi, sitasi otomatis, dan penyusunan daftar pustaka sesuai APA Style. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap etika akademik, integritas ilmiah, serta pencegahan plagiarisme. Keunggulan program ini terletak pada integrasi pelatihan internasional berbasis kolaborasi lintas negara yang menggabungkan literasi digital dan etika akademik melalui praktik langsung dan pemecahan masalah. Secara keseluruhan, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan akademik mahasiswa dan mendukung penguatan literasi digital dalam konteks internasionalisasi pendidikan tinggi.</p>Lusi Komala Sari
Copyright (c) 2026 Lusi Komala Sari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-052026-06-057333634510.31004/abdidas.v7i3.1361Pelatihan Membatik sebagai Strategi Penguatan IKM Berbasis Kearifan Lokal
https://mail.abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1350
<p>Kegiatan pelatihan membatik dilaksanakan bertujuan untuk memberikan penguatan kepada pelaku IKM kerajinan yang ada di wilayah Bukittinggi untuk menghasilkan produk-produk berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan terkait dengan kurang mendominasinya minat wisatawan terhadap produk kerajinan yang ada di kota wisata Bukittingi. Dengan demikian diharapkan peserta mampu membuat produk batik berbasis kearifan lokal dengan mengangkat ikon unggulan daerah Bukittinggi sebagai motif batik sehingga kebutuhan wisatawan akan souvenir dapat terpenuhi. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan <em>participatory learning and action</em>, yaitu pendekatan dengan melibatkan peserta secara langsung dalam setiap proses pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kreativitas peserta tentang batik dan mengembangkan desain motif batik yang berbasis kearifan lokal. Peserta dapat membuat produk batik menggunakan beberapa teknik batik dengan menerapkan desain motif batik yang dibuat sendiri. Produk yang sudah berhasil dibuat peserta berupa lembaran kain sebagai bahan baju dengan motif yang terinspirasi dari tradisi adat Minangkabau, motif ukiran tradisional Minangkabau, motif yang bersumber dari transportasi masyarakat Minangkabau seperti pedati, dan motif yang bersumber dari monument jam gadang sebagai symbol kota Bukittinggi.</p>Widdiyanti WiddiyantiYulimarni YulimarniYuliarni YuliarniAnin DittoHijratur Rahmi
Copyright (c) 2026 Widdiyanti Widdiyanti, Yulimarni Yulimarni, Yuliarni Yuliarni, Anin Ditto, Hijratur Rahmi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-042026-06-047332833510.31004/abdidas.v7i3.1350Pengembangan Kreativitas Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Semarang melalui Workshop Produksi Feature Televisi
https://mail.abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1344
<p>Pengembangan kreativitas siswa merupakan tuntutan penting dalam pendidikan abad ke-21, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan media. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui workshop produksi feature televisi di SMA Negeri 1 Semarang. Metode yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran partisipatif dengan mengintegrasikan <em>experiential learning</em> dan <em>project-based learning</em>. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik produksi, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian produk, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa tentang produksi feature televisi, mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan ide dan karya audiovisual, serta meningkatkan keterampilan teknis dan kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi media dan kepercayaan diri siswa. Pendampingan intensif berperan penting dalam meningkatkan kualitas hasil karya. Dengan demikian, workshop berbasis proyek dan pengalaman langsung terbukti efektif dalam mengembangkan kreativitas siswa</p>Siti Hadiati NugrainiArni ErnawatiErna Zuni AstutiErisa Adyati RahmasariWellia Shinta Sari
Copyright (c) 2026 Siti Hadiati Nugraini, Arni Ernawati, Erna Zuni Astuti, Erisa Adyati Rahmasari, Wellia Shinta Sari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-182026-05-187331932710.31004/abdidas.v7i3.1344Peningkatan Kemampuan Dasar Menggambar melalui Pelatihan Cara Membuat Sketsa pada Siswa SMP Nasima Semarang
https://mail.abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1343
<p>Keterampilan menggambar merupakan kemampuan dasar dalam seni rupa yang penting untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kepekaan estetika siswa. Namun, kemampuan dasar menggambar siswa SMP masih tergolong rendah, terutama dalam aspek proporsi, komposisi, dan teknik sketsa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar menggambar melalui pelatihan pembuatan sketsa pada siswa SMP Nasima Semarang. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan <em>learning by doing</em> yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi dan apresiasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menggambar siswa yang ditandai dengan garis yang lebih terarah, proporsi yang lebih seimbang, serta komposisi yang lebih baik. Selain itu, kreativitas dan kepercayaan diri siswa dalam mengekspresikan ide juga mengalami peningkatan. Partisipasi aktif siswa selama kegiatan menjadi indikator keberhasilan pelatihan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan sketsa efektif dalam meningkatkan kemampuan dasar menggambar, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa</p>Arni ErnawatiMohamad TaufikAnnas Marzuki SulaimanPuri Kusuma Dwi Putri
Copyright (c) 2026 Arni Ernawati, Mohamad Taufik, Annas Marzuki Sulaiman, Puri Kusuma Dwi Putri
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-182026-05-187331031810.31004/abdidas.v7i3.1343